Automatic Weather Station merupakan stasiun cuaca otomatis yang mengamati keadaan cuaca suatu wilayah seperti temperatur, kelembaban udara, curah hujan, radiasi matahari, kecepatan dan arah angin, temperatur tanah dan kadar air tanah. Data-data keadaan cuaca tersebut secara otomatis direkam dan disimpan dalam memori komputer maupun media lainnya.
Pada saat ini telah dikembangkan sistem pemantaun cuaca dengan mengaplikasikan sistem telemetri dimana perekaman data dilakukan sesaat dengan interval 6-59 menit, data setiap jam, dan data rata-rata tiap hari, bahkan telah bisa dilakukan secara realtime-online. Pengiriman data secara periodik melalui SMS dan atau melalui jaringan komputer sehingga dapat dimonitor dari tempat-tempat yang diinginkan dan data hasil pengamatan dapat disimpan dalam database yang telah dibangun.
Automatic Weather Station (AWS) terdiri dari beberapa bagian antara lain,
1. Sensor-sensor
Umumnya terdiri dari :
- Sensor Kecepatan dan Arah Angin
- Sensor Temperatur
- Sensor Kelembaban Udara (Rh)
- Sensor Radiasi Matahari Global maupun Net
- Sensor Curah Hujan
- Sensor Temperatur tanah
- Sensor Kadar Air Tanah
Sampai saat ini sensor-sensor tersebut lebih banyak berasal dari luar negeri.
2. Data Logger
Data logger adalah sebuah alat elektronik yang berfungsi mencatat data dari waktu ke waktu baik yang terintegrasi dengan sensor dan instrumen didalamnya maupun ekternal sensor dan instrumen.
Produk luar : CampbellSci, Seba, dll
Produk lokal : Smartdatalogger
3. Catu Daya
Catu Daya berasal dari battery dan solar panel
4. Penangkal Petir
Berfungsi untuk menetralisir arus bertegangan tinggi dan mengamankan peralatan AWS baik sensor maupun peralatan lainnya.
Diantaranya : Kurn (Lokal), Neoflash, Leader (Prancis), Leitai (Cina)
5. Sistem Akuisisi Data
Merupakan sebuah sistem pengukuran penomena fisik atau listrik seperti tegangan, arus, temperatur dari sensor AWS oleh perangkat akuisisi data yang diteruskan ke komputer untuk diolah dan ditampilkan dalam bentuk tabel atau grafik.
6. Sistem Komunikasi Data
Terdiri dari modem komuniksi dan software
7. Sarana Penunjang
Berupa tiang, pagar dan komputer
AWS Pertanian
Showing posts with label curah hujan. Show all posts
Showing posts with label curah hujan. Show all posts
Balon Meteorologi
Balon cuaca atau balon meteorologi (Ceiling balon) digunakan oleh ahli meteorologi untuk menentukan ketinggian dasar awan di atas permukaan tanah pada siang hari. Prinsip kerja sebuah balon cuaca dalam menentukan ketinggian dasar awan adalah dengan menentukan berapa lama balon yang telah diketahui kecepatan naiknya tersebut sampai ia menghilang ke dalam awan.
Balon cuaca jenis ini umumnya berukuran kecil dan berwarna merah, Balon yang biasanya terbuat dari karet ini berukuran 76 mm (3 inci) sebelum diisi gas, dan berukuran ~ 40 cm setelah diisi gas. Kemudian balon dilepaskan ke udara. Ketinggian dasar awan dapat dihitung setelah didapat lamanya waktu dari balon dilepaskan sampai mencapai dasar awan. Dasar awan sangat jarang datar dan solid, sehingga ketinggian dasar awan ditentukan ketika balon menghilang tetapi ketika warnanya mulai memudar. Balon juga dapat digunakan untuk mengukur visibilitas vertikal ke dalam lapisan kabut atau salju. Dalam hal ini balon akan mulai memudar secepat ia dilepaskan, sehingga visibilitas vertikal adalah ketika balon menghilang.
Penggunaan balon cuaca merupakan cara yang dapat diandalkan, aman dan sederhana untuk mendapatkan indikasi ketinggian awan. Namun, memiliki kelemahan dimana pengamatnya harusla seorang yang sangat awas. Hujan dan salju basah dapat memperlambat kecepatan naik balon, Angin kencang dan visibiliti yang kurang dapat menyebabkan balon seolah olah telah memasuki dasar awan padahal belum.
Pada malam hari balon cuaca praktis tidak dapat digunakan sehingga dipakai proyektor cuaca (ceiling projector). Namun, saat senja proyektor cuaca tidak mungkin digunakan dan diganti dengan menggunakan pilot balon pibal
Harga balon jenis ini sekitar Rp 500.000/box isi 50 pcs.
Download brosurnya disini
Subscribe to:
Posts (Atom)
